Sutan Syahrir
Sutan Syahrir
[suntiang | suntiang sumber]Sutan Syahrir adolah Pardana Mantari patamo Republik Indonesia. Baliau lahia di Padang Panjang, Sumatera Barat tanggal 5 Maret 1909. Sutan Syahrir dikenal sabagai tokoh diplomasi. Baliau barjuang supayo Indonesia mardeka jo caro barunding, badiskusi, jo badabat jo elok.
Baliau sangaik picayo kapado demokrasi, pandidikan, jo kabebasan barpikia. Bukunyo nan tanamo judulnyo "Perjuangan Kita".
Iktisar
[suntiang | suntiang sumber]Syahrir ado di barisan paling depan dalam mampajuangkan kemerdekaan Indonesia. Sasudah Proklamasi 1945, inyo ditunjuk jadi Perdana Menteri nan partamo. Di maso jabatannyo, Syahrir mambangun sistem pemerintahan parlementer jo diplomasi ka dunia internasional untuak mandapekkan pangakuan ateh kemerdekaan Indonesia.
Inyo punyo pandangan bahwa revolusi harus dilakuan jo caro nan cerdas, ndak jo kekerasan buta. Lewat diplomasi jo rundingan, Syahrir barasia mambao Indonesia ka meja parundingan jo Balando. Inyo juo pandiri Partai Sosialis Indonesia.
Sasudah jatuh dari jabatan, Syahrir tatap konsisten mambelo demokrasi jo HAM. Inyo manulih buku "Perjuangan Kita" nan jadi panduan banyak pejuang. Syahrir maningga di Zurich, Swiss pado tahun 1966. Inyo dikenang sabagai Bapak Demokrasi Indonesia.
Kutipan
[suntiang | suntiang sumber]- "Berjuang itu tidak cukup dengan tenaga saja. Kita juga harus pakai pikiran."
Sumber: Buku ' 'Perjuangan Kita' ', 1945, halaman 10
- "Demokrasi itu penting. Dengan demokrasi kita bisa menyelesaikan masalah bersama-sama." Sumber: Kompas, 17 Agustus 2023
- "Kalau mau maju, bangsa harus pintar. Caranya dengan sekolah dan membaca."
Sumber: NU Online, 9 Mei 2024
- "Negara yang hebat itu menghargai pendapat orang lain. Jangan dipaksa harus sama semua." Sumber: Detik, 20 Mei 2023
- "Merdeka saja tidak cukup. Rakyat juga harus hidup adil dan sejahtera."
Sumber: Buku ' 'Perjuangan Kita' ', 1945, halaman 33
- "Seorang pemimpin harus mau mendengar keluhan rakyatnya."
Sumber: Gramedia, 1 Juni 2024
- "Jangan takut punya pendapat sendiri. Dari situlah muncul ide-ide baru."
Sumber:Muslim.or.id, 12 April 2023
- "Berunding itu penting sama seperti berperang. Kita harus pintar bicara juga."
Sumber: Buku ' 'Diplomasi' ', 1946, halaman 55
- "Masa depan Indonesia ada di tangan anak muda yang mau belajar."
Sumber: Buku ' 'Karya dan Perjuangan' ', 1950, halaman 22"
- "Membangun negara harus pakai kepala dingin. Jangan pakai emosi."
Sumber: Kompas, 5 November 2022
- "Setiap orang berhak punya pikiran sendiri. Itu namanya kebebasan."
Sumber: NU Online, 9 Mei 2024
- "Kalau rakyatnya bodoh, kemerdekaan tidak ada gunanya."
Sumber: Detik, 20 Mei 2023
- "Negara akan kuat kalau hukumnya ditegakkan dengan adil."
Sumber: Buku ' 'Perjuangan Kita' ', 1945, halaman 88
- "Berjuanglah dengan cara yang baik. Jangan curang."
Sumber: Gramedia, 1 Juni 2024
- "Bersatu itu bukan berarti harus sama. Beda-beda tapi tetap satu."
Sumber: Muslim.or.id, 12 April 2023
- "Nanti sejarah yang akan menilai siapa yang benar-benar kerja untuk rakyat."
Sumber: Buku ' 'Karya dan Perjuangan' ', 1950, halaman 140"
- "Kita tidak dapat membangun negara dengan kekerasan, kita harus membangunnya dengan akal dan hati."
Sumber: Buku ' 'Perjuangan Kita' ', 1945, halaman 15
- "Demokrasi adalah cara hidup, bukan hanya sekedar sistem pemerintahan."
Sumber: Buku ' 'Kita atau Dengan Bangsa Ini' ', 1948, halaman 32
- "Kebebasan tanpa tanggung jawab adalah kebebasan yang kosong."
Sumber: Tirto, 10 Agustus 2020
- "Sosialisme harus sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, bukan meniru mentah-mentah."
Sumber: Buku ' 'Perjuangan Kita' ', 1945, halaman 28
- "Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang melayani rakyat, bukan yang dilayani rakyat."
Sumber: Kompas, 21 Februari 2021
- "Kita harus berani berpikir secara radikal untuk memecahkan masalah bangsa."
Sumber: Buku ' 'Indonesische Overpeinzingen' ', 1945, halaman 9
- "Pendidikan politik rakyat adalah syarat utama tegaknya demokrasi."
Sumber: Buku ' 'Kita atau Dengan Bangsa Ini' '
- "Kritik itu bagus. Itu bikin demokrasi jadi sehat."
Sumber: Kompas, 5 November 2022
- "Indonesia bisa maju kalau kita selesaikan masalah dengan damai."
Sumber: Buku ' 'Diplomasi' ', 1946, halaman 77
26.
- "Saya lebih suka republik dengan resiko, daripada kerajaan dengan jaminan."
Sumber: Pidato di Yogyakarta, 1945
- "Seorang sosialis harus jujur. Dia harus rela menderita untuk cita-citanya.
Sumber: Dari Penjara ke Penjara, 1948
- "Berjuang dan bekerja!"
Sumber: Semboyan Sutan Syahrir
Caliak Pulo
[suntiang | suntiang sumber]- Perdana Menteri Indonesia - Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Pranala Lua
[suntiang | suntiang sumber]Rujukan
[suntiang | suntiang sumber]https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/03/sutan-syahrir-bapak-demokrasi-indonesia https://tirto.id/biografi-sutan-syahrir-perdana-menteri-pertama-indonesia-eC5X https://id.wikipedia.org/wiki/Sutan_Syahrir https://www.gramedia.com/best-seller/biografi-sutan-syahrir/
Kategori: Tokoh Indonesia